Gejala Hiv Aids

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari),pembengkakan kelenjar, kedinginan merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Penderita AIDS karena sistem imunitas yang menurun sehingga mudah terinfeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit yang biasanya dikendalikan unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti kanker serviks dan sistem kekebalan yang disebut limfoma.

PENULARAN HIV

BAGAIMANA PENANGANAN AIDS?
Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS, adapun ARV atau Anti Retro Virus adalah obat untuk terapi HIV dengan mencoba menurunkan jumlah virus di dalam tubuh manuasia yang selalu diawasi dengan pemeriksaan viral load. Obat anti-retrovirus mahal, dan mayoritas penderita yang terinfeksi di dunia tidaklah memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan untuk HIV dan AIDS tersebut.

Selain itu, WHO memiliki tata laksana untuk masing-masing penanganan terhadap penderita bayi dan anak-anak, dewasa, ibu hamil, dan penderita dengan infeksi oportunistik.

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah HIV AIDS

Semboyan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan”, selamanya benar. Bahkan, sangat benar dalam kasus ini. Karena begitu seorang dinyatakan positif terkena AIDS, hanya keajaiban yang akan mampu menyelamatkan diri atau hidupnya. Sebab hingga kini, belum pernah terdengar ada yang lolos dari cengkeraman AIDS.

Berikut ini, cara-cara mencegah dan menghindarkan diri sejak dini dari ancaman virus yang berbahaya itu. Yang telah banyak dianjurkan dan dijadikan pedoman untuk membantu memberi penerangan, pemahaman bagi semua orang, terutama orang-orang di sekitar lingkungan yang dicurigai sebagai daerah cukup rawan/ subur untuk penyebaran dan pertumbuhan/perkembangan AIDS

1. Meningkatan sistem pertahanan tubuh, makan cukup gizi, cukup olahraga dan cukup istirahat. Tindakan yang juga perlu disarankan adalah :

- Berusaha untuk selalu mengatasi/menghalai stress (karena stress adalah penyebab utama datangnya berbagai macam penyakit)

- Mengurangi/menghentikan pemakaian obat inhalan seperti amyl dan butyl nitrit, narkotika, serta alkohol.

- Memperhatikan higienis tubuh serta alat kelamin

- Menghindari diri dari pemakaian jarum suntik bersama-sama dan semua alat yang terkena darah penderita AIDs harus disterilkan dengan cara direndam semalam suntuk, dengan larutan natrium hipoklorit 0,2%

2. Kedua mencegah eksposur (pembukaan yang berhubungan) dengan AIDS dan penyakit yang ditularkan melakukan kontak seksual dengan cara :

- Menghindari kontak seksual dengan orang yang sedang mengidap penyakit AIDS (orang yang mempunyai risiko terhadap AIDS), berganti-ganti pasangan dan berhubungan dengan cara tidak lazim yang bisa menyebabkan pendarahan, baik itu hubungan seks jenis normal alias laki-laki dengan perempuan maupun berhubungan seks sejenis.

- Sanggama anal (seodom yang dilakukan melalui dubur) berkaitan erat dengan AIDS, karena lapisan rektum (anus) lebih tipis atau mudah robek, atau terjadi abrasi(luka goresan), tidak seperti vagina yang mempunyai lapisan pelindung Sanggama anal juga membuka kontak langsung cairan mani (semen) dengan darah, hal tersebut terjadi dnegan oral genital seks sebab, mulut dan gusi merupakan bagian tubuh yang paling mudah mengalami pendarahan, setiap kontak langsung dengan darah atau cairan mani dari penderita AIDS, bisa meningkatkan resiko terkena AIDS.

- Resiko besar terjangkit AIDS adalah bila berhubungan seks dengan wanita tunasusila (WTS), kaum homo atau kaum wadam

- Jika mau dalam arti serius, cara yang paling menjamin keamanan adalah cuma ini, yakini dan jalani hubungan seks yang aman (safe sex) yang merupakan satu-satunya interaksi seksual yang benar, legal, normal dan halal hanya tersedia di dalam rumah tangga dengan istri/suami.

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala HIV dan AIDS

Kebanyakan orang tidak bisa membedakan antara HIV dan AIDS. HIV adalah virus yang menyerang manusia, sedangkan AIDS adalah sebutan bagi tahap akhir dari infeksi HIV. Banyak orang yang satusnya sudah HIV, tetapi dia belum terkena AIDS.

Pada minggu-minggu awal terinfeksi, virus ini akan berkembang biak secara cepat luar biasa. Pada tahap berikutnya, biasnaya  3 bulan, orang yang terinfeksi akan mulai memproduksi antibodi untuk HIV, proses in disebut dengan istilah sero conversion.


Berikutnya, sebagian besar orang ang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa-apa untuk waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Periode tenang ini disebut latency period. Pada masa latency period, sulit sekali mendeteksi apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Masa ini variatif antara 4 bulan-10 tahun. Namun, umumnya terjadi selama 5 tahun. Setelah itu barulah tahap akhir dari infeksi HIV yang disebut AIDS yang ditandai dengan terjadinya infeksi-infeksi oportunistik dan penyakit-penyakit ganas pada penderita yang memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh lemah.

Dari kutipan tersebut, fase-fase perkembangan infeksi HIV pada diri seseorang bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Stadium infeksi primer

Pada stadium infeksi HIV primer biasanya belum ditemukan gejala apapun, tetapi pada 30-60% setelah 6 minggu terinfeksi, penderita dapat mengalami gejala-gejala ringan, seperti influenza, demam, lelah, sakit pada otot dan persendian, sakit pada saat menelan dan pembengkakan kelenja getah bening. Ada juga yang menunjukkan gejala radang selaput otak (meningitis aseptic), sakit kepala, hingga terjadi kejang dan kelumpuhan saraf otak. Gejala ini biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

2. Stadium tanpa gejala

Stadium ini merupakan lanjutan dari infeksi primer yang dimulai sejak terinfeksi atau setelah sembuh dari gejala infeksi primer sampai beberapa bulan/tahun setelah infeksi. Selama bertahun-tahun juga tidak terlihat gejala apapun, bahkan yang bersangkutan tidak mengetahui dan tidak merasa dirinya telah tertular HIV karena tetap merasa sehat seperti biasa. Pada stadium ini, hanya tes darah yang dapat memastikan bahwa yang bersangkutan telah tertular.

3. Stadium dengan gejala (Ringan/berat)

Setelah melewati masa beberapa tahun tanpa gejala akan mulai timbul gejala ringan pada kulit, kuku dan mulut. beberapa infeksi jamur, sariawan berulang-ulang dan peradangan sudut mulut atau bercak-bercak kemerahan akan muncul di kulit. Gejala pada mulut berakibat pada penurunan nafsu makan dan diare ringan. berat badan pasien juga akan turun, tetapi tidak mencolok (sekitar 10% dari berat badan sebelumnya). Sering juga ada infeksi saluran napasa bagian atas yang berulang, tetapi penderita masih bisa beraktivitas seperti biasanya.

4. Stadium AIDS

Pada tahap ini, berat badan mneurun lebih dari 10% dari berat badan sebelumnya, ada pneumonia yang berat, taksoplasmosis otak demam terus-menerus atau berulang lebih dari satu bulan, diare juga terjadi karena berbagai sebab misalnya, jamur kriptosporidiosis, virus situmegalo (CMV), infeksi virus herpes, jamur kandida pada keorngkongan (kandidiasis eshopagus), jamur saluran napas atau infeksi jamur lain seperti histoplasmosis dsb.

Aktivitas sangat berurang dan dalam bulan terakhir penderita sudah berada di tempat tidur lebih dari 12 jam sehari, lebih lama daripada stadium sebelumnya. Periode ini juga disebut dengan istilah masa baring.

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala HIV Positif

Seperti dijelaskan dalam dunia kedokteran, AIDS adalah fase akhir dari infeksi virus yang dikenal dengan HIV tersebut. Jadi, harus dibedakan antara HIV dan AIDS. Orang yang terinfeksi HIV belum tentu sudah terkena AIDs, karena antara infeksi HIV dan AIDS terdapat proses yang panjang dan bervariaasi dari individu ke individu yang lain.

HIV adalah virus yang merusak sel-sel immune dalam darah yang juga dibseut dengan istilah sel limfosit T helper atau sel limfosit CD4. Sel ini berfungsi sebagai sistem daya tahan dan kekebalan dalam tubuh seseorang. Jika HIV ini sudah masuk, ia akan menyatu dengan sel limfosit dan berkembang biak, sehingga dari satu limfosit akan melahirkan ribuan HIV turunan.

Manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang sudah terinfeksi HIV ini otomatis daya tahan tubuhnya akan berkurangnya. Sel-selnya akan menurun secara bertahap baik secara fungsi (kualitas) maupun jumlah (kuantitas) sebagaimana yang dibutuhkan oleh tubuh manusia normal.

Pada akhirnya, tidak hanya kekebalan imunitas yang terganggu, tetapi juga kekebalan humoral. JIka sudah demikian, akan mudah sekali terjadi infeksi oportunistik yang muncul, berupa berbagai gejala penyakit dan kanker dalam tubuh. Ironisnya, HIV juga bisa merusalk sistem sel otak.

Pada saat berbagai penyakit sudah menggejala, fase ini akan disebut AIDS (Acqired Immuno Deficiensy Syndrome). Istilah ini berarti sebuah tahap atau fase akhir dari penyakit-penyakit kronis yang disebabkan oleh masuknya virus HIV.

Kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak akan menunjukkan gejala apa pun selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. masa sebelum adanya gejala apa-apa dari infeksi ini disebut dengan istilah silence period atau masa tegang. Masa ini pun bervariasi dari orang per orang mulai dari 4 bulan-10 tahun, tetapi waktu normal yang biasanya adalah 5 tahun.

Untuk menilai apakah seseoang telah terkena HIV maka diadakan uji antibodi HIV. Hasil positif berarti bahwa yang bersangkutan (penderita) telah teinfeksi HIV dan berpotnesi menularkan virus itu kepada orang lain. hasil negatif biasanya berarti bebas dari infeksi. Namn harus diiingat, bahwa sampai mempunyai antibodi dierlukan waktu (sampai beberapa bulan). jadi jika seseorang diperiksa terhadap antibodi segera setelah terinfeksi, hasilnya negatif. Sebaiknya diulangi 3-6 bulan kemudian.

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Hiv / Aids

Program pencegahan penyebaran HIV dipusatkan pada pendidikan masyarakat mengenai cara penularan HIV. Dengan tujuan mengubah kebiasaan orang-orang yang berisiko tinggi untuk tertular.

Cara-cara pencegahan ini adalah :
Untuk orang sehat

  • Abstinens (tidak melakukan hubungan seksual)
  • Seks aman (terlindungi)

Untuk penderita Positif

  • Abstinensid
  • Seks aman
  • Tidak mendonorkan darah atau organ
  • Mencegah Kehamilan
  • Membantu mitra seksualnya sebelum dan seudah diketahui terinfeksi

Untuk Penyalahguna obat-obatan
• Menghentikan pengguanaan suntikan bekas atau bersama-sama
• Mengikuti program rehabilitasi

Untuk profesional kesehatan
• Menggunakan sarung tangan lateks pada setiap kontak dengan cairan tubuh
• Menggunkan jarum sekali pakai

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Penularan HIV

Indonesia termasuk negara dengan penyebaran virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) tercepat di Asia. Menurut UNAIDS, 76,3% kasus baru AIDS di indonesia ditularkan melalui hubungan heteroseksual. Yang dimaksud adalah hubungan seks luar nikah.

Komisi penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menyebutkan, lebih 12 juta pria indonesia bertransaksi seks/tahun di lokalisasi. Dan Sexual Wellbeing Global Survey oleh Durex terhadap 1.015 partisipan pria dan wanita usia >18 tahun,7dari 10 orang enggan memakai kondom saat pertama kali berhubungan seks.

Inilah yang membuat kasus HIV/AIDS “meledak”. “Kondom efektif mencegah panularan HIV sampai 80%, jika di pakai terus menerus,  “Kondom dapat mencegah sampai 100% pada infeksi HIV dan penyakit menular seksual lain.” Selain, tentunya, bahwa kondom efektif menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Cara Penularan HIV
HIV ditularkan melalui hubungan seksual, air mani, sekresi vagina, darah, ASI (air susu ibu) dan suntikan atau alat terkontaminasi lainnya yang melukai.

Untuk dapat berkembang biak dalam tubuh manusia, virus HIV menyerang sel-sel kekebalan tubuh di lapisan kulit dalam organ seksual dan mulut. Virus ini hanya bisa berkembang setelah menemukan inangnya, yakni sel yang memiliki protein reseptor CD4,CCR5, dan CXCR4.

Ini adalah sel-sel kekebalan tubuh yang berfungsi menyerang penyakit. Saat HIV menulari manusia, sel CD4 akan bereplikasi untuk melawan infeksi, namun sel tersebut jiga membuat tiruan HIV. Akibatnya, kekebalan tubuh menurun. Terlihat dengan menurunnya jumlah CD4 (normal 500-1500 per mm3). Ada jutaan jenis sel CD4, beberapa jenis ikut terberantas total. Akibatnya,kemampuan melawan kuman menurun bahkan hilang, muncul infeksi lain seperti jamur candida,tuberculosis, herpes atau pneumonia. Pada orang normal, infeksi jamur atau virus adalah hal biasa dan bisa disembuhkan. Pada penderita AIDS yang sistem imun tubuhnya lemah, hal ini bisa mematikan.

Peranan Kondom
Agama manapun tegas menyatakan bahwa hubungan seks di luar nikah adalah dosa. Kalau karena satu dan lain hal “terpaksa” harus ke lokalisasi WTS (wanita tuna susila), dan agar dosa tidak berlipat-lipat (menulari pacar, istri, anak dan orang lain yang tidak berdosa),

saran yang layak didengar : pakai kondom.
Gunakan secara benar dengan membaca petunjuk yang biasanya tetera dalam kemasan. Simpan kondom di tempat aman, jangan terkena sinar matahari yang bisa membuat kondom retak. Perhatikan tanggal kadaluarsa dan gunakan kondom yang sesuai dengan ukuran, tidak terlalu besar atau kecil, karena bisa mengurangi efektifitas perlindungannya.

Posted in Gejala Hiv | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment