Gejala HIV dan AIDS

Kebanyakan orang tidak bisa membedakan antara HIV dan AIDS. HIV adalah virus yang menyerang manusia, sedangkan AIDS adalah sebutan bagi tahap akhir dari infeksi HIV. Banyak orang yang satusnya sudah HIV, tetapi dia belum terkena AIDS.

Pada minggu-minggu awal terinfeksi, virus ini akan berkembang biak secara cepat luar biasa. Pada tahap berikutnya, biasnaya  3 bulan, orang yang terinfeksi akan mulai memproduksi antibodi untuk HIV, proses in disebut dengan istilah sero conversion.


Berikutnya, sebagian besar orang ang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa-apa untuk waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Periode tenang ini disebut latency period. Pada masa latency period, sulit sekali mendeteksi apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Masa ini variatif antara 4 bulan-10 tahun. Namun, umumnya terjadi selama 5 tahun. Setelah itu barulah tahap akhir dari infeksi HIV yang disebut AIDS yang ditandai dengan terjadinya infeksi-infeksi oportunistik dan penyakit-penyakit ganas pada penderita yang memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh lemah.

Dari kutipan tersebut, fase-fase perkembangan infeksi HIV pada diri seseorang bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Stadium infeksi primer

Pada stadium infeksi HIV primer biasanya belum ditemukan gejala apapun, tetapi pada 30-60% setelah 6 minggu terinfeksi, penderita dapat mengalami gejala-gejala ringan, seperti influenza, demam, lelah, sakit pada otot dan persendian, sakit pada saat menelan dan pembengkakan kelenja getah bening. Ada juga yang menunjukkan gejala radang selaput otak (meningitis aseptic), sakit kepala, hingga terjadi kejang dan kelumpuhan saraf otak. Gejala ini biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

2. Stadium tanpa gejala

Stadium ini merupakan lanjutan dari infeksi primer yang dimulai sejak terinfeksi atau setelah sembuh dari gejala infeksi primer sampai beberapa bulan/tahun setelah infeksi. Selama bertahun-tahun juga tidak terlihat gejala apapun, bahkan yang bersangkutan tidak mengetahui dan tidak merasa dirinya telah tertular HIV karena tetap merasa sehat seperti biasa. Pada stadium ini, hanya tes darah yang dapat memastikan bahwa yang bersangkutan telah tertular.

3. Stadium dengan gejala (Ringan/berat)

Setelah melewati masa beberapa tahun tanpa gejala akan mulai timbul gejala ringan pada kulit, kuku dan mulut. beberapa infeksi jamur, sariawan berulang-ulang dan peradangan sudut mulut atau bercak-bercak kemerahan akan muncul di kulit. Gejala pada mulut berakibat pada penurunan nafsu makan dan diare ringan. berat badan pasien juga akan turun, tetapi tidak mencolok (sekitar 10% dari berat badan sebelumnya). Sering juga ada infeksi saluran napasa bagian atas yang berulang, tetapi penderita masih bisa beraktivitas seperti biasanya.

4. Stadium AIDS

Pada tahap ini, berat badan mneurun lebih dari 10% dari berat badan sebelumnya, ada pneumonia yang berat, taksoplasmosis otak demam terus-menerus atau berulang lebih dari satu bulan, diare juga terjadi karena berbagai sebab misalnya, jamur kriptosporidiosis, virus situmegalo (CMV), infeksi virus herpes, jamur kandida pada keorngkongan (kandidiasis eshopagus), jamur saluran napas atau infeksi jamur lain seperti histoplasmosis dsb.

Aktivitas sangat berurang dan dalam bulan terakhir penderita sudah berada di tempat tidur lebih dari 12 jam sehari, lebih lama daripada stadium sebelumnya. Periode ini juga disebut dengan istilah masa baring.


=====================================

>>> Buah Merah Untuk Pengobatan Hiv / Aids, Buah Merah Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bagi Penderita HIV/AIDS, KLLIK DETAIL DISINI!
=====================================


This entry was posted in Gejala Hiv and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *